Dr. Iwan Suyatna, Dekan Terpilih FPIK Unmul Periode 2017-2021

Calon Dekan FPIK 2017-2021: (dari kiri) Dr. Ir. H. Iwan Suyatna, M.Sc., DEA, Eko Suharto, S.Pi., M.Si dan Dr. Ir. Hj. Andi Noor Sikin, M.Si

Ir. H. Iwan Suyatna, M.Sc., DEA menjadi Dekan Terpilih Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Mulawarman (Unmul) untuk Periode 2017-2021. Hal tersebut dipastikan setelah Ia berhasil meraup 12 suara, mengungguli dua kandidat lainnya. Yakni Dr. Ir. Hj. Andi Noor Sikin, M.Si yang hanya meraih empat suara dan Eko Suharto, S.Pi., M.Si satu suara pada pemilihan yang berlangsung saat sidang senat tertutup di Gedung FPIK Unmul, Senin (30/01).

Sebelum pemilihan ini berlangsung, para calon dekan memaparkan visi, misi dan program kerja secara paralel dengan batasan waktu selama 20 menit dan dilanjutkan dengan diskusi terbuka bersama civitas akademika FPIK Unmul yang hadir.

Dalam sambutannya, Ir. Hj. Sulistyawati, M.Si selaku Dekan FPIK Unmul mengatakan siapa pun yang terpilih harapannya seluruh civitas mau mendukung untuk kemajuan fakultas bersama. “Semoga kedepan fakultas dengan pimpinan yang baru bisa lebih maju lagi dengan gagasan dan idenya. Mari kita sambut agenda ini dengan suka cita,” tuturnya.

Saat paparan visi, misi dan program kerja, Dr. Iwan Suyatna memprogramkan pengembangan fakultas secara komprehensif dan terpadu dengan memperhatikan visi Universitas dan fakultas serta keterkaitan antar jenjang.

Membawa visi “Menjadikan Fakultas FPIK Unmul sebagai sumber (primary source) ilmu pengetahuan dan teknologi lingkungan perairan tawar dan laut yang menekankan pada hutan tropis lembal (tropical rain forest) sebagai penguat daya saing sehingga dapat berperan aktif dalam pembangunan untuk kehidupan Bangsa dan Negara melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terintegrasi” Dr. Iwan mengaku optimis untuk membawa perubahan yang lebih baik bagi FPIK Unmul. (hms/rob)

Sumber  Humas Unmul

FPIK Unmul Siapkan Pemilihan Dekan

Samarinda,30-01-2017

FPIK Universitas Mulawarman baru saja selesai mengadakan rapat  penyampaian visi, misi dan program kerja oleh ketiga calon Dekan, yang di hadiri oleh utusan Rektor, anggota senat, dosen, karyawan dan mahasiswa. Kemudian akan di lanjutkan dengan Rapat Senat tertutup untuk menentukan Dekan FPIK Universitas Mulawaman periode 2017-2021. Rapat Senat yang digelar sesuai dengan tata tertib dan arahan mengenai jumlah kehadiran dimana seluruh anggota Senat hadir yakni sebanyak 12 orang.

Pada Rapat yang digelar di Ruang Rapat Utama FPIK Unmul tersebut, pengambilan suara untuk 3 calon Dekan yang yang terpilih pada Rapat Senat sebelumnya yakni Dr. Ir. Hj. Andi Noor Asikin, M.Si, dengan nomor urut 1, Dr. Ir. H. Iwan Suyatna, M.Sc., DEA dengan nomor urut 2, dan Eko Sugiharto, S.Pi., M.Si dengan nomor urut 3. Ketiga nama pasangan calon Dekan FPIK ini, baru saja memaparkan Visi Misi dan Program Kerja Masing – masing

Foto Calon Dekan FPIK Unmul 2017-2021

LDF Perikanan Unmul Membuka Posko Pembuatan KRS Dan Sireg

         Kegiatan ini Sudah merupakan kegiatan rutin tiap semester, pembuatan posko ini bertujuan untuk mempermudah para mahasiswa/i semua angkatan dalam membuat Sireg dan KRS mengingat dilingkungan FPIK tidak memiliki warnet tetap. Ini dimanfaatkan oleh beberapa lembaga seperti UKM LD MBU, HIMA, dan BEM untuk membuka posko yang tentunya  memiliki biaya tersendiri yang sudah disepakati. Biasanya kalau sireg dikenakan biaya 2000 dan krs 10.000 dan bahkan 15.000. dan kadang-kadang dimanfaatkan untuk foto copy berkas dan lain-lain.

Foto anggota LDF lagi melayani pembuatan KRS

           Menurut La Kiki sebagai Ketua LDF, dengan adanya kegiatan ini, dapat membantu pendapatan Lembaga, krn omsetnya bisa sampai 100.000-, perhari dan bahkan lebih. Hal ini menjadi pendapatan tersendiri bagi masing-masing lembaga tersebut dan pemasukkan  ini bisa menjadi dana tambahan untuk kegiatan kami.

          Pembukaan posko ini juga tidak selalunya mulus kadang terkendala dengan perlengkapan seperti laptop dan printer terlebih lagi ketika WIFI eror dan mati lampu ini menjadi kendala tersendiri, sehingga aktivitas pembuatan KRS maupun Sireg tidak bisa dilakukan