JAKARTA - Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Mulawarman (UNMUL) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Jakarta ((23 Oktober 2026). Penandatanganan yang melibatkan Dekan FPIK UNMUL, Dr. Moh. Mustakim, M.Si., ini menjadi kerangka formal bagi penguatan sinergi kelembagaan dalam pemanfaatan potensi perikanan dan kelautan di Provinsi Kalimantan Timur, baik perairan darat maupun laut.

PKS tersebut mencakup pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian kepada masyarakat) sebagai landasan kerja sama. Melalui skema ini, FPIK UNMUL tidak hanya berperan sebagai mitra akademik, tetapi juga didorong menjadi penggerak utama dalam mendukung kebijakan pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan di daerah. Dekan FPIK UNMUL menegaskan bahwa kerja sama ini diharapkan memberi manfaat langsung bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat luas, terutama dalam mendukung ketahanan pangan serta keamanan hasil perikanan di Kalimantan Timur.

Kalimantan Timur memiliki basis sumber daya perikanan yang signifikan. Data Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltim menunjukkan produksi perikanan tangkap mencapai 166.376,85 ton per tahun, dengan rincian 122.998,71 ton (73,92 persen) berasal dari perairan laut dan 43.378,14 ton (26,08 persen) dari perairan darat. Garis pantai Kaltim yang membentang 3.776 kilometer turut menopang aktivitas produksi di wilayah pesisir. Potensi inilah yang menjadi salah satu pertimbangan strategis dalam ruang lingkup PKS antara KKP dan FPIK UNMUL.

PKS Mendukung Survei Kampung Nelayan Merah Putih di PPU dan Kutai Barat

Salah satu turunan langsung dari PKS ini adalah dukungan terhadap percepatan pembangunan dan operasionalisasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), program prioritas pemerintah yang digulirkan KKP. Universitas Mulawarman melalui FPIK UNMUL saat ini terlibat dalam kegiatan survei di 18 titik yang tersebar di dua kabupaten, yakni Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Kutai Barat.

Keterlibatan UNMUL dalam survei KNMP sejalan dengan peran perguruan tinggi mitra yang dilibatkan KKP untuk mengidentifikasi calon lokasi berdasarkan kondisi sosial-ekonomi, potensi perikanan, serta kesiapan infrastruktur wilayah. KNMP sendiri merupakan program yang menyentuh langsung kehidupan nelayan di tingkat kampung, dan pada 2026 pemerintah menargetkan pembangunan dalam skala nasional yang masif. Dukungan survei dari FPIK UNMUL di PPU dan Kutai Barat menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa pembangunan KNMP berbasis pada data lapangan yang valid dan kontekstual, bukan sekadar pendekatan seragam dari pusat.

Dengan PKS ini, kerja sama KKP–UNMUL tidak berhenti pada seremoni penandatanganan. Melalui Tri Dharma yang melekat pada FPIK UNMUL, hasil survei KNMP dapat ditindaklanjuti dengan pendampingan masyarakat, kajian akademik, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia nelayan di dua kabupaten tersebut menjadikan kolaborasi ini sebagai contoh konkret hilirisasi peran perguruan tinggi dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Kalimantan Timur.

berita Fpik unmul