Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Mulawarman kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian ekosistem perairan melalui kegiatan penebaran benih (restocking) ikan lokal seperti Jelawat dan Betok sebanyak 15 ribu ekor di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sanggai, Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 27 Agustus 2026 ini merupakan rangkaian peringatan Dies Natalis Universitas Mulawarman ke-64 sekaligus wujud nyata program pengabdian kepada masyarakat oleh civitas akademika FPIK.
Acara yang
dihadiri 80 peserta ini dibuka dengan sambutan perwakilan dari KIPP OIKN,
kemudian dilanjutkan oleh Dekan FPIK Dr. Moh. Mustakim, M.Si., dan
Wakil Rektor 3 UNMUL Prof. Dr. H. Moh. Bahzar, M.Si. Kehadiran para
akademisi dari berbagai institusi ternama seperti Prof. Kei Otsuki dari Utrecht
University, Belanda dan Universitas Gadjah Mada (Ari Susanti, Ph.D.), menambah
bobot akademis kegiatan ini. Turut hadir pula perwakilan Dinas Kelautan dan
Perikanan Provinsi Kaltim, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan PPU, Ketua
Ikatan Alumni FPIK UNMUL, serta para kepala desa dan tokoh masyarakat setempat,
termasuk Bapak Mulyadi, yang menunjukkan sinergi yang kuat antara perguruan
tinggi, pemerintah, dan komunitas lokal.
Dalam
sambutannya, Dekan FPIK Dr. Moh. Mustakim, M.Si. menegaskan bahwa tujuan utama restocking ini adalah
untuk mendukung pelestarian ekosistem perairan darat dan keanekaragaman hayati
di kawasan IKN, khususnya ikan-ikan lokal Kalimantan yang kini mulai terancam
populasinya. Beliau berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat ekologis dan
ekonomi bagi masyarakat sekitar, serta menjalin kerja sama yang berkelanjutan
dengan pihak IKN. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pihak
yang telah berkontribusi, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan, serta kepada
PT. Laboratorindo Alam Bestari dan Ikatan Alumni FPIK UNMUL yang telah
mensponsori kegiatan ini. Semangat kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi
bagi upaya konservasi perairan di Ibu Kota Baru Indonesia.