Rektor UNMUL, Prof. Dr. Ir. H.
Abdunnur, M.Si., IPU., ASEAN Eng., dalam sambutannya menyampaikan penghargaan
dan rasa bangga atas kerja sama akademik ini. “Kehadiran para peneliti
University of Oxford tidak hanya memperkaya dialog ilmiah, tetapi juga menjadi
inspirasi bagi kita untuk memperkuat peran universitas dalam menjawab tantangan
global, khususnya isu perubahan iklim,” ucap Prof. Abdunnur.
Diskusi dipandu oleh Hamdhani, Ph.D.,
(Dosen FPIK UNMUL) dan memaparkan Climate Vulnerability Project, riset yang
mengkaji bagaimana kelompok masyarakat di negara-negara Global South, termasuk
Indonesia, merespons dampak perubahan iklim.
Prof. Federica Genovese menjelaskan
bahwa riset ini menyoroti “komunitas bertekanan silang” (cross-pressure
communities), yakni masyarakat yang sekaligus menghadapi dampak ekologis
perubahan iklim dan ketergantungan pada energi fosil.
“Hasil riset awal menunjukkan bahwa
bencana ekologis mendorong masyarakat lebih aktif melakukan protes, tetapi pada
saat bersamaan partisipasi politik formal seperti pemilu justru menurun.
Indonesia sebagai salah satu produsen batu bara terbesar juga menghadapi dilema
besar antara kebutuhan mitigasi emisi dan adaptasi terhadap dampak iklim,”
urainya.
UNMUL dan University of Oxford menyatakan komitmen untuk menjalin kerja sama berkelanjutan dalam bentuk penelitian kolaboratif, publikasi bersama, serta pertukaran akademik. Semoga forum ini menjadi langkah awal menuju kemitraan akademik yang lebih erat dan solusi nyata bagi masyarakat yang rentan terhadap perubahan iklim.
Penulis: Muhammad Hisyam Nugroho
Editor:
Sulkarnain
Foto:
Aril Khaerul Imam
Tanggal : 26 Agustus 2025