Samarinda -
Masalah sampah plastik di Kota Tepian semakin memprihatinkan. Tingginya
konsumsi plastik sekali pakai telah menyebabkan pencemaran yang merambat dari
lingkungan darat hingga ke aliran sungai dan ekosistem laut. Menyadari urgensi
tersebut, Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA) Plankthos menginisiasi kampanye
"Aksi Tolak Sampah Plastik" yang digelar di kawasan Car Free Day
(CFD) Samarinda dan lingkungan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK)
Universitas Mulawarman, baru-baru ini.
Kegiatan
ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran kolektif, khususnya di kalangan
generasi muda dan masyarakat umum, akan bahaya akumulasi sampah plastik yang
membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai. Dalam aksi nyata ini, MAPALA
Plankthos mengedukasi pengunjung dan mahasiswa mengenai langkah-langkah
sederhana namun berdampak besar, seperti membawa tumbler minum, menggunakan tas
belanja ramah lingkungan, menghindari sedotan plastik, serta memilih produk
dengan kemasan yang mudah didaur ulang.
Ketua
pelaksana kegiatan (Maranata Patrecia
Yolanda Sitorus) menyampaikan bahwa perubahan besar selalu dimulai
dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. "Kami percaya bahwa
menjaga bumi bukan hanya tugas pemerintah atau aktivis, melainkan tanggung
jawab seluruh elemen masyarakat. Setiap individu memiliki peran dalam
menciptakan lingkungan yang sehat," ujarnya.
Apresiasi
tinggi pun mengalir dari jajaran pimpinan fakultas. Dekan FPIK Universitas
Mulawarman, Dr. Mohammad Mustakim, M.Si, memberikan
apresiasi yang luar biasa atas inisiatif MAPALA Plankthos. Menurutnya, kegiatan
ini merupakan bentuk pengabdian dan kepedulian nyata yang selaras dengan visi
fakultas dalam menjaga kelestarian lingkungan kampus. Beliau berharap kampanye
ini dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk turun langsung memberikan solusi
bagi permasalahan lingkungan di Samarinda.
Melalui
kampanye ini, MAPALA Plankthos mengajak seluruh warga Samarinda untuk mengambil
langkah nyata. "Mari tolak sampah plastik, jaga lingkungan kita, dan
selamatkan masa depan bumi dari ancaman polusi," tutup perwakilan MAPALA
Plankthos dengan penuh semangat.